Langkah….

Posted: 01/04/2011 in Renungan

Berpikirlah satu langkah ke depan, maka kau akan tau apa yang harus kau lakukan esok.

 

Lanjutkan beberapa langkah kedepan, maka kau akan mampu merencanakan agenda mingguanmu.

 

Teruslah melangkah beberapa jarak lagi ke depan, maka kau akan memiliki gambaran target bulananmu.

 

Lanjutkan terus sampai beberapa lama, maka kau telah mampu merencanakan hidupmu untuk beberapa tahun ke depan.

 

Namun, seandainya sejak awal kau tak melangkah….melainkan terus berlari sampai akhir.

 

Maka kau tak perlu pusing lagi memikirkan rencana esok, minggu depan, bulan depan, atau beberapa tahun mendatang.

 

Karena kau telah mengetahui akhir hidupmu, kenapa kau ada, dan untuk apa kau ada.

 

Karena setelah itu, kau pasti tau apa yang harus kau lakukan……taukah kau…..? hmm…kuyakin kau pasti tau…..

Citra…

Posted: 25/03/2011 in Renungan

Kita seringkali……

Sibuk pada pencitraan, semuanya tentang tampilan, bagaimana tampil di depan si ini, bagaimana bersikap di depan si anu, bagaimana agar terlihat baik, berwibawa, keren, dll

Akhirnya kita……

Lupa pada yg esensi, karena yg penting bukanlah bagaimana diri kita di mata si ini atau si anu, tapi bagaimana diri kita yg sesungguhnya.

Kini…..

Saatnya untuk berubah…..bukan bagaimana terlihat baik, tapi bagaimana menjadi baik…!!

Karena bangkai akan tetap busuk meskipun dikemas dengan peti emas 24 karat

Karena berlian akan tetap berharga meski kau tenggelamkan ke dalam lumpur ratusan meter

Bukan seorang yang sempurna yang kucari. Karena, bagaimanalah mungkin ada seorang yang sempurna diantara kerumunan manusia yang tidak sempurna.

Namun, bukankah manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna ? ya, manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna. Karena ia diciptakan dengan begitu banyak kelebihan dibandingkan makhluk-makhluk Allah yang lainnya.

Namun itulah awal kejatuhan dan kehancuran kita, ketika kita terlalu sombong dengan memposisikan diri kita sebagai makhluk Allah yang paling sempurna. Kita lupa, bahwa kita hanyalah makhluk Allah yang paling sempurna. Bahwa kita sempurna sebagai makhluk, bukan Khalik (Pencipta). Sedangkan kesempurnaan seorang makhluk terletak pada ketidaksempurnaanya. Pada kebutuhannya akan Khaliknya, Sang Penciptanya, Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kita seringkali lupa bahwa kesempurnaan yang hakiki hanyalah milik Allah semata, bukan kita.

Lalu, bagaimanakah aku menginginkan manusia yang sempurna. Ketika manusia-manusia yang “mengaku” dan “merasa” sempurna hanyalah kumpulan manusia-manusia bodoh yang tertipu oleh ego dan kesombongannya tentang sebuah kata, “sempurna”.

Ya, yang kucari adalah seseorang yang tidak sempurna, yang menyadari ketidak sempurnaan dirinya, dan selalu berusaha untuk menjadi lebih baik. Bukan seorang yang tidak sempurna namun merasa sempurna, sehingga ia lalai akan kekurangan-kekurangan dirinya

Yang kucari adalah seorang yang rapuh, yang begitu membutuhkan Rabbnya. Bukan seorang yang angkuh, yang merasa dirinya yang paling hebat.

Yang kucari adalah pribadi seorang hamba sejati, seorang yang benar-benar menghambakan dirinya kepada Rabbnya.

Namun ia adalah pribadi yang paling kuat, karena tak satupun manusia yang mampu berdiri di atasnya. Sebab, hanya kepada Allah sajalah ia menghamba.

Ya, yang kucari adalah pribadi seorang manusia sejati. Pribadi “makhluk” yang paling sempurna

Yang kucari… adalah diriku yang paling sempurna, dengan kesempurnaanku sebagai seorang makhluk, sebagai seorang hamba sejati dihadapan Rabbnya.

Zulfikri A M, 3 Syawwal 1430 H

Untuk yang bercinta

Posted: 15/12/2010 in Renungan

Assalamualaikum Wr Wb

Hallo.., sobat tercinta. Semuanya pasti udah pernah denger kan kata-kata cinta? Ayo.. pasti udah khan! (yang belom coba cari di kamus bahasa). Tapi.., apa semuanya udah tau apa seh cinta itu? Pasti semuanya kompaq tuk teriak “udah”, ya nggak? Tapi.., tapi lagi neh, apa kita semua udah bener2 tau apa seh yang namanya cinta or makna sesungguhnya dari cinta? Nah lo.. udah mulai ragu2 nih, or masih tetep yakin sure kalo lo udah tau pasti apa makna cinta? Anyway.., whatever you think about love, let’s try to understand what the meaning of love is! Mao nggak? Kita pikirin bareng2 aja apa seh cinta itu! Caranya, ya kita liat aja apa perilaku and sikap kita dan lingkungan kita selama ini sudah menunjukkan indikasi/tanda2 or gejala adanya cinta. Kalo mau terusin aja baca paragraf di bawah ini. Kalo nggak!……. ya baca aja paragraf dibawah ini. Nggak ada salahnya kan, siapa tau bakal berguna bagi kita semua. Ya nggak? (iya aja deh, ok)

So., mau ikut mikirin kan apa seh cinta itu. Nah kalo udah siap tuk mikir, coba jawab pertanyaan dibawah ini..(eit jangan berenti, terusin bacanya, ok)

banyak diantara kita yang sering mengatasnamakan cinta, tapi apa tindakan kita udah benar2 mencerminkan cinta? Or belom? Atou malah gak ngerti apa maksud tindakan2 kita slama ini?

sudah mampu belom mempersembahkan yang terbaik(ce ile..) bagi orang2 yg kita cintai? Belum? Atau nggak tau?

sudah mampukah kita melindungi orang2 yang kita cintai dari kejahatan kita sendiri? Atou belom? Or malah gak tau lagi apa aja tindakan kita yg bisa membuat orang yg kita cintai menderita.

nah.., trus apa kita udah mampu mencintai diri kita sendiri?Atau belum?Atou malah gak ngerti?

kalo kata2 cinta menyebabkan…(soriy mungkin kasar, anyway gue sebutin juga)

  • kehormatan wanita2 ternodai(gak bisa dicuci pake sabun loh)
  • cewek2 hamil diluar nikah, and sampe ada yg bunuh diri segala.
  • ortu sama anaknya sampe putus hubungan tus, tus, tus, gitu.
  • Bayi2 sampe dibuang ke tong sampah trus ada yg dikubur hidup2.
  • Bokap merkaos anake, or paman menodai keponakan gitu(ah.. pokoknya macan makan anak deh, padahal macan aja nggak setega itu)
  • Cewek2 jadi(sory) pengumbar nafsu kaum cowok
  • Trus banyak anak2 kecil dilecehkan, ada yg ngemis, gak punya tpt tinggal and kita diem aja ngeliat semua tiu(sory maksudnya itu)

So.., dimana cintanya? Apa dong arti segala kata2 cinta yg terucap kalo Cuma membawa derita?
Tau nggak? Eh jangan bengong aja!(awas lo mikir macem2). Tau nggak? Atou..ayolah jangan pura2 gak ngerti.

ketika kita ngeliat semua kekacauan tsb, ada yg menderita dll. Apa yang kita rasakan? Prihatin? Marah? Or cuek aja, lagian bukan gue ini yg kena musibah.

Nah, sobat semua. Udah dijawab kan(kalo belom baca lagi dari atas), kalo udah sekarang coba deh kita pikir2. apa selama ini kita udah bener2 ngerti cinta. Apakah segala yg kita lakuin udah mencerminkan cinta? Atou Cuma setengahnya? Or malah nggak mencerminkan cinta sama sekali? Ayo.., jujur aja dech. Jawabanya kan untuk kamu juga, ya nggak?

So, yang pasti untuk tau apakah selama ini kita udah bener2 memahami cinta apa nggak. Kita harus ingat beberapa point berikut (inget lho).

Kalo mo tau cinta itu kayak gimana, so kita harus belajar dari nyang nyiptain cinta dong. Yaitu Allah, zat yang maha mencintai. Trus inget-inget deh kata-kata ini:

  • Cinta Allah itu ada disetiap hembusan nafas kita, disetiap pandangan mata kita, disetiap waktu yang terlewati, dan disegala ciptaa-Nya. So rugi loh kalo semua itu gak bisa kita manfaatkan dengan baik. Sayang-sayang kan, cinta gitu loh!
  • Cinta Allah itu gak pernah pilih kasih, buktinya dari yang item, yang putih, yang tinggi, yang pendek, yang kurus, or yang gemuk. Semuanya masing-masing dapet jatah cinta-Nya. Udah gitu gak peduli tuh manusia taat atau durhaka pada-Nya. Pokoknya cinta-Nya mengalir aja terus tanpa henti. Gak percaya? Kalo kita nggak dapet jatah, mana mungkin kita masih bisa nafas. Ya nggak?
  • Cinta Allah tuh jeck! Nggak pernah pake yang namanya pelit. Cinta-Nya bisa dateng lewat jalan mana aja (jalan raya juga bisa koq). Contohnya, sehat itu adalah bukti cinta Allah pada kita, dengan sehat kita mampu berbuat banyak amal baik, sehingga kita mampu mencapai syurga-Nya, tapi sakit… ya…, sakit cinta Allah juga koq, karena dalam sakit dosa2 kita diampunin lho! Sehingga dosa2 kita bisa terhapus. Ya kan! Coba kurang apa cinta-Nya? Dikasih sehat kita untung, dikasih sakit juga untung, dermawan bgt khan?
  • Manusia itu tempatnya khilaf dan lupa, jadi besar kemungkinan untuk salah. Hanya Allah saja yang selalu benar karena ia sumber segala kebaikan. Jadi kebenaran adalah ketika kita sudah berlaku sesuai dengan ketentuan Allah.
  • Nggak selamanya yang kita anggap benar itu adalah benar, karena penilaian manusia seringkali subjektif sehingga kebenaran dari pemikiran manusia nggak bisa mutlak, atau bahkan salah total.
  • Dalam hidup ini, masih ada banyak hal yang nggak terlihat. Dan seringkali kebenaran tersembunyikan dan tertutupi karena keterbatasan kita dalam memandang sesuatu hal. Karena pada hakikatnya kita adalah makhluk yang serba terbatas.

So, tunggu apa lage….dah tau kan kita memiliki pandangan dan kemampuan untuk memahami sesuatu dalam taraf yang sangat terbatas, jadi, kenapa nggak kita coba bersama-sama untuk meminta kepada Allah agar Ia menunjukkan pada kita apa sesungguhnya kebenaran dibalik setiap kejadian. Termasuk cinta, Tanya dong sama Dia apa sih CINTA SEJATI itu. Ya nggak?

To sobat2 gue, mari kita belajar untuk memahami hakikat hidup ini. Jangan pernah putus asa karena Dia selalu ada, dan tak pernah berhenti merawat kita. Di setiap kehendakNya selalu ada hikmah yang tersembunyi, karena itu jangan pernah menyerah untuk menemukannya.

CINTA YANG PALING TULUS ITU SERINGKALI HADIR TANPA DISADARI, IA SERINGKALI ADA DALAM HAL-HAL KECIL YANG MUNGKIN TAK TERLIHAT NAMUN MEMILIKI ARTI YANG BESAR.

JANGANLAH MENCINTAI UNTUK MENGHARAP TAPI UNTUK MEMBERI, MELINDUNGI, DAN MENOPANG APA YANG ENGKAU CINTAI.

DAN CINTA TERBESAR HANYA UNTUK ALLAH SWT YANG MAHA MENCINTAI
KEPADANYA KITA KAN KEMBALI

Wasalamualaikum Wr Wb

Zulfikri Ali Ma’sum

Hidup adalah sebuah arena panjang pembelajaran serta ujian. Dalam kehidupan kita akan disuguhkan dengan berbagai kejadian dan persoalan yang mengharuskan kita untuk belajar, memilih, dan memutuskan. Tentunya untuk melewatinya kita memerlukan sesuatu yang disebut “ilmu”. Layaknya semua pusat pembelajaran yang ada, pusat pembelajaran raksasa yang bernama “Dunia dan Kehidupan” ini juga memiliki visi & misi. Visi & misi ini tentuya ditujukan untuk menjadi patokan, atau standar kelulusan bagi para peserta didik yang berada di dalam pusat pembelajaran ini.

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS. 51:56)

Firman Allah diatas dengan jelas menunjukkan tujuan keberadaan jin dan manusia di dalam pusat pembelajaran raksasa ini, yaitu untuk menyembah Allah. Dengan kata lain, untuk bisa lulus dari pusat pembelajaran ini patokannya sangatlah jelas. Kita harus berusaha sebaik-baiknya dalam menyembah dan mematuhi Allah untuk bisa lulus dengan predikat yang memuaskan.

Dunia telah meluluskan begitu banyak angkatan, banyak yang lulus, banyak pula yang gagal. Namun diantara semua angkatan yang pernah ada, ada satu angkatan yang sangat luar biasa dan fenomenal, sehingga dikatakan sebagai angkatan terbaik yang pernah ada. Mereka adalah generasi Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Bahkan Allah sendiri sampai memuji mereka dalam kitab pedoman kehidupan (Al-Qur’an). Firman Allah:

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. 3:110)

Luar biasa bukan, bagaimana Allah memuji mereka. Tentunya hal ini dengan sangat jelas menunjukkan kualitas mereka yang sangat teruji. Dan, sebagaimana halnya lembaga pendidikan dimanapun, ketika seseorang atau suatu angkatan dikatakan sebagai yang terbaik yang pernah ada, tentunya mereka telah berhasil memenuhi kriteria-kriteria yang ditentukan sehingga mereka bisa lulus dengan predikat terbaik.

Disinilah perlunya kita, sebagai salah satu diantara sekian banyak peserta didik di pusat pembelajaran ini untuk mencontoh teladan terbaik yang telah disebutkan Allah, yaitu generasi Rasulullah dan para sahabat-sahabatnya. Sehingga diharapkan, jika kelak tiba saatnya bagi kita untuk meninggalkan pusat pembelajaran ini, kita dapat keluar sebagai lulusan yang walaupun bukan terbaik, namun setidak-tidaknya baik dan memenuhi kriteria untuk lulus dari pusat pembelajaran ini.

Namun sayangnya, seringkali kita lupa bahwa kita hidup dan berinteraksi dalam sebuah pusat pembelajaran. Sehingga, seringkali kita terlena dengan hal-hal yang sebetulnya tidak urgen, namun cukup menggoda. Layaknya seorang pelajar SMA yang lupa pada tugas utamanya untuk belajar di sekolah karena ia terlalu asyik bermain di rental PS di sebelah sekolahnya. Seperti itulah kita sering menempatkan diri kita dalam kehidupan ini.

Standar yang kita pakai dalam menilai kehidupan ini seringkali rancu dan tidak sesuai dengan “pedoman pembelajaran” yang telah ditetapkan oleh Allah. Bahkan alasan-alasan yang digunakan sebagai pembenaran terhadap standar yang rancu itu pun, lagi-lagi tidak jauh berbeda dengan alasan para pelajar SMA ketika mereka mengatakan bahwa “masa SMA adalah masa senang-senang, masa muda yang harus kita nikmati sepuas-puasnya. Mumpung kita masih muda”. Begitu pula alasan yang seringkali kita pakai dalam kehidupan, “hidup ini hanya sekali, untuk apa dibikin susah. Mari kita nikmati sepuas-puasnya”

Semboyan-semboyan seperti diatas inilah yang sering melenakan kita dalam tugas kita sebagai peserta didik kehidupan. Sehingga menimbulkan orientasi yang tidak jelas dalam pencapaian tujuan kita di dunia. Tujuan kita tidak lagi sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan, melainkan sekedar tujuan-tujuan “musiman” yang kebetulan sedang trend di pusat pembelajaran ini.

Seperti bagaimana maraknya kita lihat teman-teman kita sesama peserta didik seringkali justru menjadikan kekayaan, kecantikan, jabatan, dan hal-hal lain yang sebenarnya hanyalah suatu event “musiman” sebagai tujuan keberadaan mereka di dunia. Ini menyebabkan mereka lupa bahwa tujuan utama keberadaan mereka di pusat pembelajaran ini adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Akibatnya, banyak kita temukan peserta didik yang stress akibat salah kaprah terhadap tujan keberadaaanya di lembaga pendidikan ini. Mereka terombang-ambing dan kehilangan tujuan ketika event musiman yang mereka jadikan tujuan akhir sudah berakhir musimnya.

Penyebab kenapa sampai terjadi hal ini adalah karena pemilihan teladan yang salah oleh para peserta didik di dunia ini. Karena, sebagaimana ada lulusan atau generasi terbaik. Banyak juga generasi-generasi yang buruk atau bahkan bisa dibilang yang terburuk yang pernah berada di pusat pembelajaran ini. Mereka adalah generasi-generasi gagal yang tidak mampu memenuhi tujuan utama keberadaan mereka di dunia. Bahkan mereka lebih terlena untuk menjadikan event-event musiman di dunia ini sebagai tujuan utama mereka.

Namun ironisnya, sebagaimana “the bad boy” cukup disegani dan diikuti oleh para pelajar SMA, begitu pula para generasi terburuk ini sangat disegani dan seringkali dielu-elukan, bahkan diikuti oleh peserta didik pusat pembelajaran yang bernama kehidupan ini. Mereka terlena oleh image “sementara” yang menggambarkan para “the bad boy” sebagai sosok-sosok yang keren dan sukses dalam kehidupannya. Walaupun kebenaran yang sesungguhnya adalah jauh dari semua image tersebut, namun lagi-lagi sebagaimana semboyan strategi pemasaran dan periklanan, bahwa “image sangat menentukan”.

Firaun dan Qarun adalah dua diantara sekian banyak “bad boy” dalam kehidupan dunia ini. Mereka adalah dua orang yang dilaknat dan dikenakan azab langsung oleh Allah karena “kenakalannya”. Namun, sayangnya seringkali kita lebih terlena pada pencapaian-pencapaian “sementara” mereka di dunia dibandingkan dengan kenyataan bahwa mereka telah gagal menempuh pendidikan di pusat pembelajaran ini, sampai-sampai harus dikeluarkan oleh Allah dengan cara yang paling tidak menyenangkan.

Inilah yang harus kita sadari, kita lebih sering terlena dengan image dan hayalan-hayalan di benak kita dibandingkan kenyataan yang seharusnya kita hadapi. Kita lebih sering terlena dengan indahnya dan eksotisnya sebuah piramida, dibandingkan kenyataan bahwa ia dibangun diatas darah dan nyawa para budak belian.

Ya… kita lebih sering terlena dengan hayalan dan imajinasi kita dibandingkan dengan kenyataan yang jelas-jelas terpampang di hadapan kita. Inilah yang menyebabkan kita lebih menyukai ide-ide tentang pembangunan dibandingkan ketauhidan, membuat kita lebih memimpikan kesejahteraan dan kekayaan dibandingkan dengan keimanan. Padahal seandainya kita mau bercermin pada kenyataan, pembangunan, kesejahteraan, kekayaan, kecantikan, harta, pangkat, jabatan, semua itu tidak akan mampu menjamin kelulusan kita dari pusat pembelajaran dan ujian yang bernama kehidupan ini.

Bukankah Firaun layak mendapat gelar bapak pembangunan dunia, karena kesuksesannya dalam pembangunan kerajaannya, bukankah piramida menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Sebuah bangunan yang begitu megah dan begitu kokoh hingga masih tetap berdiri tegak meskipun sudah berumur ribuan tahun. Namun itu juga tak membuatnya mampu lulus dengan predikat yang baik dari kehidupan ini. Ia justru menjadi salah seorang yang mendapat predikat terburuk akibat kecongkakan yang ia pupuk diatas pembangunan yang ia elu-elukan.

Begitu juga dengan Qarun, bukankah ia merupakan salah seorang yang paling sukses masalah kekayaan. Sampai-sampai kunci gudang kekayaannya pun tak mampu diangkat oleh sepuluh orang yang paling kuat di masanya. Namun itu juga tak membuatnya lulus dengan predikat baik, justru malah menjerumuskannya ke dalam keburukan. Sehingga ia diazab Allah dengan ditenggelamkan ke dalam bumi.

Lalu bagaimanakah agar kita bisa lulus dengan predikat yang baik dari pusat pembelajaran ini, ketika semua hal yang seringkali kita elu-elukan atau kita banggakan tak mampu menjamin kelulusan kita. Jawabannya sangatlah mudah, bukankah telah jelas bagi kita contoh-contoh generasi terbaik, lulusan-lulusan terbaik. Bukankah telah jelas pula contoh-contoh generasi terburuk, yang alih-alih lulus justru malah mendapat azab dari Allah SWT. Kini tinggal kita yang menentukan, kita mau menjadi yang seperti apa… karena dunia ini hanyalah sebuah pusat pembelajaran, bagaimana kita mau berlaku di dalamnya adalah keputusan kita pribadi. Namun seandainya lulus dengan predikat terbaik yang menjadi pilihan, maka sesungguhnya Iman dan Ketaatan adalah sebuah keniscayaan. (wallau a’lam)

Sebuah renungan untukku, kau, dan kita semua

Zulfikri Ali Ma’sum
Cipadu, 19/05/09

Mengapa Engkau Dicipta

Posted: 15/12/2010 in Renungan

Mengapa engkau dicipta.??

Banyak orang di dunia ini yang tidak bisa menjawab pertanyaan di atas. Namun, bagi seorang muslim jawabannya mudah, tercermin pada firman Allah yang berbunyi “Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku” (QS.Al-Dzariyat:56). Ia merupakan hakikat yang diketahui oleh setiap muslim yang mengetahui hakikat keberadaannya di dunia ini.

Allah tidak menciptakan kita hanya untuk makan, minum, menikah, dan mati. Akan tetapi kita diciptakan untuk menyembah Allah. Dunia menjadi tidak bernilai tanpa tujuan ini.

Sungguh kasihan engkau, wahai yang keluar dari dunia tanpa mengenal Tuhanmu. Sungguh kasihan engkau, wahai yang mengira dunia hanya sebagai senda gurau, permainan, dan hasrat.

Disadur dari buku “Meminta dan Mencinta”

gunakanlah pelet, dijamin orang yang anda cintai akan memberi perhatian lebih kepada anda. meskipun awalnya ia bahkan tidak pernah menyadari keberadaan anda. namun pelet terbukti manjur untuk membuat si dia menjadi perhatian kepada anda, bahkan bisa berbalik mengejar2 anda.

penggunaan pelet tradisional sebetulnya sangatlah mudah. anda tidak perlu menyediakan bahan2 ataupun jampi2 khusus, apalagi pergi ke dukun untuk pengaplikasiannya.

yang perlu anda lakukan hanyalah beberapa tahapan sederhana di bawah ini :
1. selalu siapkan waktu luang saat bertemu si dia, jangan hanya lewat begitu saja.
2. saat anda bertemu si dia. tataplah matanya dalam2
3. jika si dia menghindari tatapan mata anda, gunakan tangan anda untuk memalingkan wajahnya ke arah anda. dan tataplah matanya dalam2

selanjutnya adalah langkah pamungkas :

4. peletkan lidah anda ke arah si dia, maka dijamin si dia akan memberi perhatian lebih kepada anda

catatan:
-langkah ke-4 hanya akan sukses jika anda lakukan di setiap kesempatan saat bertemu si dia, ingat jangan pernah lelah memeletkan lidah anda
-hasilnya akan lebih maksimal jika anda lakukan repetisi sebanyak2ny, terlebih jika di setiap peletan anda selingi dengan kata makian. ada kemungkinan si dia langsung memberi perhatian lebih pada anda saat percobaan pertama (bahkan mungkin mengejar2 anda)
-lakukanlah langkah2 tersebut dengan penuh percaya diri

dan….whola….selamat menikmati waktu anda ketika pujaan hati anda berbalik mengejar2 anda

nb: efek dari penggunaan pelet ini diluar tanggung jawab penulis (resiko tanggung masing2)

ini contoh gambar pelet…..